Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 29 April 2011

sejarah olah raga


Liu Xiang dari zaman dinasti Han (tahun 206 S.M s/d 220 Masehi) mencatat di bukunya: Catatan
Lain bahwa: “Pemain Cu Ju / sepak bola, konon diciptakan oleh Huang Di (kaisar Kuning).
Disebutkan mulai zaman Zhan Guo (Negara saling berperang), Ta Ju identik dengan semangat
tempur prajurit. Maka dari itu menggembleng laskar, diketahui yang berkemampuan hal tersebut.
Selain suka permainannya juga menyatakan berlatih”. Tai Ping Qing Hua selain itu juga
mencatat: “Ta Ju bermula pada pasca Xuan (kaisar Huang Di). Permainan dari latihan seni bela
diri di dalam markas militer.” Dari situ bisa diketahui bahwa kegiatan persepak-bolaan di kala
zaman Han selain sejenis olahraga dan hiburan, juga adalah semacam pelatihan fisik dan mental
prajurit dan menyeleksi ketahanan fisik serta pelatihan militer yang menunjang semangat tempur.
Seorang bernama Li You dari dinasti Han pernah menulis tentang Ju Cheng Ming (Piagam kota
bola), telah mencatat perlengkapan lapangan sepak bola pada masa dinasti Han dan ringkasan
tentang kegiatan pertandingan, bahkan menjelaskan tentang persyaratan etika yang harus dimiliki
oleh wasit dan pemain. Piagam tersebut merefleksikan bahwa olahraga sepak bola ala Tiongkok
sudah semenjak zaman Han dibuatkan sebuah system yang cukup lengkap, seperti diungkapkan
sbb:
Di dalam piagam disebutkan Ju (bola) dan Ju Chang (lapangan bola), diartikan bola dan
lapangan bola melambangkan langit dan bumi, Yin dan Yang. Ketentuan pembuatan pintu bola,
yakni pada kedua ujung masing-masing dipasang 6 buah pintu bola berbentuk lobang model
Rembulan yang disebut Ju Shi (ruang bola), dijadikan sebagai target penyerangan, dalam
perlombaan masing-masing pihak ada 12 pemain. Kalimat ”(Jian Chang Li Ping, Qi Li You
Chang)” menjelaskan dalam perlombaan kedua pihak harus memilih kapten dan wasit.
Sedangkan pertandingan memiliki peraturan tanding yang stabil, ke 2 pihak harus
melaksanakannya sesuai peraturan.
Selanjutnya piagam menjelaskan, pada zaman Han olahraga sepak bola mensyaratkan wasit dan
pemain pertandingan harus memiliki etika bermain. ”(Bu Yi Qin Shu, Bu You A Si)” berarti
persyaratan kepada sang wasit. Wasit pada saat melaksanakan peraturan pertandingan harus adil
tidak memihak, tidak tunduk pada hubungan pribadi, tidak boleh condong kepada salah satu
pihak. ”(Duan Xin Ping Yi, Mo Yuan Qi Fei)”, bermakna persyaratan terhadap para pemain.
Pemain harus berkarakter lurus, tenang dan sabar, walau kalah bertanding, juga tidak
diperkenankan sembarangan mengomel dan menyalahkan pihak lain. ”(Ju Zheng You Ran,
Kuang Hu Zhi Ji)”, menunjukkan bahwa olahraga sepak bola saja harus memiliki standard etika
seperti ini, apalagi masalah pemerintahan sudah sepatutnya demikian
Dari Ju Cheng Ming bisa diketahui bahwa pada zaman Tiongkok kuno 2000 tahun lebih yang
lalu, orang-orang sudah jauh hari menegakkan etika olah raga yang positif, selain menuntut
semangat kompetisi yang adil sportif bahkan terhadap wasit dan pemain mensyaratkan moral
yang ketat dan standard karakter. Dewasa ini persepakbolaan Tiongkok menghadapi etika bobrok
kecurangan wasit dan main sabun, sehingga tidak bergairah dan lesu supporter, hal tersebut
diatas semestinya berefek sebagai peringatan dan panutan yang baik.
Zaman dinasti Tang (baca: Dang) adalah perkembangan Cu Ju Tiongkok yang paling berjaya.
Orang zaman Tang melakukan perombakan besar terhadap Ju (bola), yaitu bola dari berinti padat
dirubah berinti kosong, kantongan udara menggantikan material pengisi, disebut Qi Qiu (baca: Ji
Jiu = bola udara). Bola yang direvolusi bertambah daya pantulnya, sehingga dalam bidang teknik
dan strategi sepak bola memperoleh lonjakan besar, telah membuat sepak bola semakin
bervariatif. Orang Tang juga mengganti pintu bola dengan Ju Shi ( ruang bola), pada kedua
ujung lapangan didirikan tonggak yang dipasangi jala yang membentuk pintu bola / gawang.
Cu Ju Tiongkok juga menyebar ke Jepang pada saat
zaman Tang tersebut.
Pada zaman dinasti Song ditandai dengan pendirian tim Cu Ju dari kalangan rakyat,
Perkumpulan Qi Yun, Perkumpulan Yuan, dll adalah Perkumpulan Bola yang tersohor kala itu.
Perkumpulan-perkumpulan tersebut memiliki teknik yang handal dan tendangan beragam, selain
itu giat mempromosikan kegiatan Cu Ju dan pertandingannya. Buku (Hui Chen Hou Lu = >
Catatan akhir tentang Menebar Debu) dari Wang Mingqing mencatat sbb: Ketika itu seseorang
bernama Gao Qiu (baca: Kao Jiu) dari perkumpulan Yuan , karena memiliki teknik bola super,
sampai diangkat menjadi Komandan Depan Istana oleh sang kaisar, boleh dibilang ia adalah
bintang sepak bola pertama di dunia.
Yang patut disebut juga adalah pendiri dinasti Song / Song Tai Zu bernama Zhao Kuangyin,
sangat menggemari “Cu Ju”, konon seni bolanya juga termasuk hebat. Para pelukis dari dinasti
yang berlainan pernah membuat karya berthema Song Taizu bermain “Cu Ju”.
Namun Cu Ju sesampainya pada dinasti Ming mulai memudar. Pendiri dinasti Ming/ Ming Taizu
pernah memerintahkan pelarangan prajurit bermain Cu Ju, bahkan ada prajurit karena melanggar
larangan tersebut sehingga dipotong kaki kanannya. Dinasti Qing juga tidak melanjutkan
kegiatan Cu Ju, yang membuatnya menuju kepunahan.
betul atau tidaknya…
cuma mereka yang tau…
heheheheeeeeee……….
Sejarah Olahraga
sejarah olahraga(history of sport)
sejarah olahraga dapat mengajarkan kepada kita arti mengenai perubahan
masyarakat dan mengenai olahraga itu sendiri.
olahraga sepertinya melibatkan kemampuan manusia yang dikembangkan dan
dilatih untuk kepentingannya sendiri yang sejalan dilatih demi kegunaannya ini
menunjukan bahwa olahraga itu mungkin sama tuanya dengan keberadaan
manusianya sendiriyang memiliki tujuan dan adalah cara yang berguna untuk
meningkatkan kemampuan mereka dalam menaklukan alam dan lingkungan.
namunjika kita melihat jauh kebelakang bukit-bukti yang makin sedikit kurang
mendukung
Prasejarah
Banyak penemuan modern di Perancis, Afrika dan Australia pada lukisan gua (lihat seperti Lascaux) dari jaman prasejarah yang memberikan bukti kebiasaan upacara ritual. Beberapa dari bukti ini berasal dari 30.000 tahun yang lampau, berdasarkan perhitungan penanggalan karbon. Lukisan/Gambar-gambar jaman batu ditemukan di padang pasir Libya menampilkan beberapa aktivitas, renang dan memanah. [1] (http://www.fjexpeditions.com/) Seni lukis itu sendiri adalah merupakan bukti pada ketertarikan pada keahlian yang tidak ada hubungannya dengan kemampuan untuk bertahan hidup, dan adalah bukti bahwa ada waktu luang untuk dinikmati. Ini juga membuktikan aktivitas non-fungsi lain seperti ritual dan sebagainya. Jadi, meskipun sedikit bukti yang secara langsung mengenai olahraga dari sumber-sumber ini, cukup beralasan untuk menyimpulkan bahwa ada beberapa aktivitas pada waktu itu yang berkenaan dengan olahraga.
Kapten Cook, saat ia pertama kali datang ke Kepulauan Hawaii, pada tahun 1778, melaporkan bahwa penduduk asli berselancar. Masyarakat Indian Amerika asli bergabung dalam permainan-permainan dan olahraga sebelum kedatangan orang-orang Eropa, seperti lacrosse, beberapa jenis permainan bola, lari, dan aktivitas atletik lainnya. Suku Maya dan Aztec yang berbudaya memainkan permainan bola dengan serius. Lapangan yang digunakan dahulu masih digunakan sampai sekarang.
Cukup beralasan untuk menyimpulkan dari sini dan sumber-sumber bersejarah lainnya bahwa olahraga memiliki
akar yang bersumber dari kemanusiaan itu sendiri.
SEJARAH PSIKOLOGI OLAHRAGA
November 5, 2009, 12:53 pm
Filed under: materi kuliah
Psikologi olahraga pertama kali dikenalkan oleh Norman Triplett pada tahun 1898. Norman
Triplett menemukan bahwa waktu tempuh pembalap sepeda menjadi lebih cepat jika mereka
membalap di dalam sebuah tim atau berpasangan dibanding jika membalap sendiri. Baru tahun
1925 laboratorium psikologi olahraga pertama di Kawasan Amerika Utara berdiri. Pendirinya
adalah Coleman Griffith dari Universitas Illinois. Griffith tertarik pada pengaruh faktor-faktor
penampilan atletis seperti waktu reaksi, kesadaran mental, ketegangan dan relaksasi otot serta kepribadian. Dia lalu menerbitkan dua buah buku, The Psychology of Coaching (1926)- buku pertama di dunia Psikologi Olahraga-dan The Psychology of Athletes (1928).
Pada tahun yang sama, di Eropa sebenarnya juga berdiri sebuah laboratorium Psikologi Olahraga
yang didirikan oleh A.Z Puni di Institute of Physical Culture in Leningrad. Namun
Laboratorium Psikologi Olahraga pertama di dunia sebenarnya didirikan tahun 1920 olehCarl
Diem di Deutsce Sporthochschule di Berlin, Jerman.
Setelah periode tersebut psikologi olahraga mengalami kemandekan. Baru pada tahun 1960-an
psikologi olahraga kembali mulai berkembang. Perkembangan ini ditandai dengan banyaknya
lembaga-lembaga pendidikan membuka konsentrasi pengajaran pada Psikologi Olahraga.
Puncaknya adalah pembentukan International Society of Sport Psychology (ISSP) oleh para
ilmuan dari penjuru Eropa. Kongres internasional pertama diadakan pada tahun yang sama di
Roma, Italia. Pada tahun 1966, sekelompok psikolog olahraga berkumpul di Chicago untuk
membicarakan pembentukan semacam ikatan psikologi olahraga. Mereka kemudian dikenal
dengan nama North American Society of Sport Psychology and Physical Activity (NASPSPA).
Journal Sekolah pertama yang dipersembahkan untuk psikologi olahraga keluar tahun 1970
dengan nama The International Journal of Sport Psychology. Kemudian diikuti oleh Journal of
Sport Psychology tahun 1979. Meningkatnya minat melakukan penelitian dalam bidang
psikologi olahraga di luar laboratorium memicu pembentukan Advancement of Applied Sport
Psychology (AAASP) pada tahun 1985 dan lebih berfokus secara langsung pada psikologi terapan
baik dalam bidang kesehatan maupun dalam konteks olahraga. Kini Psikologi Olahraga sudah
mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kongres International Society of Sport Psychology
Conference Di Yunani tahun 2000 telah dihadiri lebih dari 700 peserta yang berasal dari 70
negara. American Psychological Association pun telah memasukkan psikologi olahraga dalam
divisi mandiri yakni divisi 47
Penerbitan dan jurnal pun sudah sangat banyak. Beberapa penerbitan dan jurnal tersebut adalah
(a) International Journal of Sport Psychology (1970); (b) Journal of Sport Psychology (1979)
yang kemudian berubah nama menjadi 1988 Journal of Sport and Exercise Psychology;
NASPSPA pada tahun 1988. penerbitan lain adalah The Sport Psychologist (1987)—sekarang,
Journal of Applied Sport Psychology (1989)— sekarang, serta The Psychology of Sport and
Exercise.
Sumber:www.s ejar ah- s ingkat-ps ikologi- olahr aga.htm l
GARUDA DI DADA KU,GARUDA KEBANGGAAN KU
KU YAKIN HARI INI PASTI

Comments :

0 komentar to “sejarah olah raga”

Posting Komentar

 

Copyright © 2009 by golek iso

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger